11 August 2026 15:43
Memasuki hari kesembilan, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) semakin meluas. Hingga Selasa, 11 Agustus 2026, tercatat lebih dari 742 hektare lahan di wilayah Kabupaten Pasuruan dan Kabupaten Probolinggo hangus dilalap si jago merah.
Saat ini, petugas gabungan memfokuskan pemadaman pada dua titik api aktif utama, yakni di kawasan Lembah Dingklik (Wonokitri, Pasuruan) dan Area P30 (Probolinggo). Kobaran api dilaporkan bergerak cepat akibat tiupan angin kencang, bahkan mulai merembet mendekati pemukiman warga.
Sebanyak 800 personel gabungan dari TNI, Polri, BNPB, BPBD, relawan, hingga masyarakat setempat diterjunkan ke lokasi. Di jalur darat, petugas berjibaku memadamkan api menggunakan metode tradisional (gebyok), penyemprotan air, serta membuat sekat bakar untuk memutus jalur api.
Sementara itu, serangan udara diperkuat dengan dikerahkannya tiga helikopter pemadam, satu helikopter Super Puma berkapasitas 4.000 liter sekali angkut dan dua helikopter Airbus dengan kapasitas masing-masing 1.000 liter. Ketiga helikopter ini melakukan operasi water bombing secara intensif pada titik-titik api yang sulit dijangkau manusia.